Defenisi Geologi dan Kondisi Geologi Yogyakarta

Kata geologi berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu geos (yang berarti bumi) dan logos (yang berarti ilmu). Jadi, Geologi adalah studi mengenai bumi dan fenomena yang terjadi di dalamnya. Geologi adalah suatu bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian yang mempelajari segala sesuatu mengenai planit Bumi beserta isinya yang pernah ada. Merupakan kelompok ilmu yang membahas tentang sifat-sifat dan bahan-bahan yang membentuk bumi, struktur, proses-proses yang bekerja baik didalam maupun diatas permukaan bumi, kedudukannya di Alam Semesta serta sejarah perkembangannya sejak bumi ini lahir di alam semesta hingga sekarang Menurut Whitten dan Brooks, geologi adalah ilmu pengetahuan bumi, mengenal asal, struktur, komposisi, dan sejarahnya (termasuk perkembangan kehidupan), serta proses-proses yang telah menyebabkan keadaan bumi seperti sekarang ini. Menurut Bates dan Jackson, geologi adalah ilmu yang mempelajari planet bumi terutama mengenai materi penyusunnya, proses yang terjadi padanya, hasil proses tersebut Sejarah planet itu dan bentuk-bentuk kehidupan sejak bumi terbentuk. Menurut Holmes, geologi adalah ilmu yang menggambarkan evolusi bumi dan penduduknya, sejak awal pembentukannya sampai sekarang, yang dapat diakui di batu. Dengan demikian dapat disimpulkan geologi adalah suatu bidang ilmu yang membahas tentang material pembentuk bumi dan segala proses yang terjadi baik didalam maupun diatas permukaan bumi, eksogen maupun endogen.

Kondisi geologi di Yogyakarta memiliki formasi yang terdiri dari aluvium (QA), formasi gunung merapi (Qvm), endapan vulkanik merapi muda (Qmi), endapan vulkanik merapi tua (Qmo), formasi kepek (Tmpk), formasi wonosari punung (Tmwl), formasi sentolo (Tmps), formasi oyo (Tmo), formmasi wuni (Tmw), formasi sambipitu (Tmms), Formasi Semilir (Tms), Formasi Nglanggran (Tmng), Formasi Kebo-Butak (Tomk), dan Formasi Mandalika (Towm). Daerah ini mempunyai struktur geologi lipatan dan patahan. Lipatan terdiri dari antiklin dan sinklin terdapat pada Formasi Semilir (Tms), Formasi Oya (Tmo), Formasi Wonosari-Punung (Tmwl) dan Formasi Kepek (Tmpk). Patahan berupa sesar turun dengan pola antithetic fault block, terdapat antara lain pada terban Bantul.

Sejarah geologi di yogyakarta Lingkungan geologi genang air dan dataran gunung api aktif telah berkembang di dataran Yogyakarta hingga kaki Pegunungan Kulon Progo dan Pegunungan Selatan. Perkembangan lingkungan geologi tersebut berhubungan dengan aktivitas gunung api Merapi sejak 20.000 tl hingga 310 tl. Sejalan dengan aktivitasnya hingga saat ini, Merapi telah mengendapkan materialnya dalam volume yang besar, mendangkalkan lingkungan genang air hingga kering, sedangkan pada dataran – kaki gunung api terjadi perkembangan paleogeomorfologi secara lokal yang secara lateral berkesinambungan. Penggenangan hingga pendangkalan berlangsung secara bertahap, dalam waktu yang lama. Selama 20.000 tahun tersebut, secara periodik terjadi penggenangan, kemudian secara tiba-tiba pendangkalan pada tiap-tiap 50-150 tahun, namun secara umum dan perlahan genang air makin menyusut. Kondisi geologi di lingkungan dataran gunung api dalam 50 150 tahun sekali terjadi pengendapan lahar dan abu gunung api, serta selama 50-150 tahun berikutnya terjadi pelapukan membentuk soil. Kondisi tersebut mendorong masyarakat pada masa sejarah untuk berbudi daya dan mendirikan bangunan seperti candi hingga periode bencana berikutnya.  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UKBI

Geografi Ekonomi1- Defenisi Geografi Ekonomi oleh ahli