Kondisi Hidrologi Yogyakarta

 Pengertian hidrologi adalah Cabang ilmu geografi yang mempelajari seputar pergerakan, distribusi, dan kualitas air yang ada dibumi. Ilmu hidrologi dikenal sejak zaman 1608 M. Hidrologi merupakan ilmu yang mengkaji kehadiran dan pergerakan air dibumi. Dalam kajian hidrologi meliputih potamalog (aliran permukaan), geohidroligi (air tanah), hidrometeorologi (air yang ada di udara dan berwujud gas), limnologi (air permukaan yang relatif tenang seperti danau, dan waduk), kriologi (air berwujud padat seperti es dan salju). Orang yang mempelajari hidrologi disebut dengan hidrologist.

Pengertian hidrologi menurut definisi Singh (1992), mengatakan bahwa pengertian hidrologi adalah ilmu yang membahas karakteristik menurut waktu dan ruang tentang kuantitas dan kualitas air dibumi termasuk proses hidrologi, pergerakan, penyebaran, sirkulasi tampungan, eksplorasi, pengembangan dan manajemen. Sedangkan menurut Ray K. Linsley dalam Yandi Hermawan (1986) pengertian hidrologi adalah ilmu yang membicarakan tentang air yang ada dibumi yaitu mengenai kejadian, perputaran dan pembagiannya, sifat fisika dan kimia serta reaksinya terhadap lingkungan termasuk hubungan dengan kehidupan.

Siklus hidrologi adalah sirkulasi air tanpa henti dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Siklus hidrologi dapat juga berarti lebih sederhana yaitu peredaran air dari laut ke atmosfer melalui penguapan, kemudian akan jatuh pada permukaan bumi dalam bentuk hujan, yang mengalir didalam tanah dan diatas permukaan tanah sebagai sungai yang menuju ke laut. Jadi dapat disimpulkan bahwa hidrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pergerakan, distribusi dan kualitas air yang ada di bumi baik yang terdapat di permukaan bumi maupun di dalam tanah yang mempengaruhi lingkungan dan kehidupan di bumi.

Pola aliran sungai di Yogyakarta pada lokasi penelitian terbagi menjadi tiga yaitu hulu pada lokasi kinahrejo,tengah pada lokasi tempuran, dan hilir pada lokasi pantai parangtritis. Yang pertama Kinahrejo terletak di lereng Gunung Merapi, pola aliran sungai yang paling mungkin terjadi adalah radial. Pada pola ini, sungai-sungai mengalir menuruni lereng gunung dari titik pusat yang tinggi, mirip dengan jari-jari roda. yang kedua di daerah Tempuran, di mana dua sungai bertemu, pola aliran dendritik adalah yang paling umum. Pola ini menyerupai cabang-cabang pohon, dengan anak-anak sungai bergabung dengan sungai utama pada berbagai sudut. Hal ini disebabkan oleh batuan dasar yang lebih homogen dan lereng yang lebih landai dibandingkan dengan daerah hulu.yang ketiga hilir di mana aliran-aliran sungai kecil mengalir sejajar menuju laut, membentuk cekungan-cekungan kecil di antara gumuk pasir. Tingginya beban sedimen yang dibawa oleh Sungai Opak menyebabkan terbentuknya pola aliran teranyam, dengan sungai terpecah menjadi beberapa saluran yang saling menjalin.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

UKBI

Geografi Ekonomi1- Defenisi Geografi Ekonomi oleh ahli

Defenisi Geologi dan Kondisi Geologi Yogyakarta